Suka Duka Matematika

Saya mungkin bukan satu-satunya murid SMA yang membenci Matematika. Tapi mungkin saya adalah salah satu dari sedikit murid SMA yang membenci Matematika hingga tiga perempat mati dan tujuh perdelapan frustasi. Nilai tertinggi yang pernah saya dapatkan pada mata pelajaran ini hanyalah 2,5. Bukan main menyedihkan.

Namun perkataan ibu saya memang benar. Manusia bisa merubah nasibnya asalkan mau berusaha. Sembari menasehati demikian ibu saya memberikan Mustika Cakrawala yang diperolehnya setelah berkonsultasi dengan Kang Masrukhan, Pimpinan Asosiasi Parapsikologi Nusantara perihal kekurangan saya di bidang pelajaran ini. Mustika pemberian ibu tadi saya pakai sejak saat itu.

Aneh bin ajaib, saya yang tadinya super goblok berhitung sekarang malah jago mengutak-atik angka. Bukankah kalau dipikir-pikir jumlah angka itu cuma ada sepuluh, dari nol hingga sembilan. Kenapa dulu susah sekali rasanya mengakali angka-angka tersebut? Saya sendiri heran. Tapi yang jelas sekarang saya tidak lagi bermasalah dengan Matematika. Tidak lagi mengutuk-ngutuk aljabar atau algoritma. Nilai ujian nasional saya untuk mata pelajaran yang satu ini sempurna sepuluh. Bahkan saat ini saya sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa jurusan Matematika di salah satu perguruan tinggi terkemuka. Semuanya berkat Mustika Cakrawala dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara. Terima kasih!

 

Teguh P. – Cilacap